Posted: Sep 03, 2013

Abdullah Azwar Anas dan Kuliner Banyuwangi

Perantau asal Banyuwangi, Jawa Timur, serta warga setempat bisa merasakan suasana lain pada pengujung Lebaran lalu. Perantau dan warga kota di ujung timur Pulau Jawa itu berkesempatan menikmati kuliner khas Banyuwangi yang telah disediakan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (40).

Cara ini, menurut mantan anggota DPR itu, merupakan ajang konsolidasi sosial, baik dengan perantau maupun warga setempat.

”Saya sediakan kuliner khas Banyuwangi, seperti rujak soto, ayam kesrut, semanggi kulup, pecel rawon, dan sambal sere. Itu bisa dinikmati oleh perantau atau pemudik yang sekadar melintas di kota ini, termasuk warga setempat,” ujar ayah seorang putra itu.

Bagi Anas, silaturahim Lebaran terbuka bagi siapa pun dan kegiatan seperti ini sengaja didesain sebagai sarana konsolidasi sosial antarwarga untuk menambah kecintaan pada daerahnya. Bagi pemudik, agar makin mengenal kekayaan alam Banyuwangi sehingga memotivasi mereka untuk kembali dan tak sekadar lewat.

”Kalau sudah makin cinta, program pun mudah dijalankan karena rakyat ikut menikmati dampak dari pembangunan itu. Investor pun datang dan Banyuwangi tak lagi tempat transit, tapi benar-benar menjadi tujuan utama,” kata bupati yang gencar mempromosikan obyek wisata, seperti Kawah Ijen, Pantai Plengkung, dan Teluk Hijau, tersebut. 


0 Komentar

Tinggalkan Komentar

Kami akan senang untuk mendapatkan komentar Anda. Luangkan waktu sejenak untuk komentar dan beritahu kami apa yang Anda pikirkan.

4 + 8 =