Abdullah Azwar Anas dilahirkan di Banyuwangi pada 6 Agustus 1973. Dia kini tercatat sebagai Bupati Banyuwangi periode 2010-2015. 

Anas dibesarkan di lingkungan pendidikan pesantren. Penghobi baca ini pernah masuk di MI Karangdoro, Tegalsari pada 1980, lalu pindah ke MI An-Nuqoyyah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura pada 1982-1983, kemudian masuk MI Kebunrejo Genteng pada 1983-1986. Lulus dari MI, dia melanjutkan pendidikan di SMP di SMP Negeri 1 Genteng pada 1986-1988, lalu pindah ke SMP Negeri 1 Banyuwangi pada 1988 dan lulus setahun berikutnya. Anas kemudian hijrah ke Jember untuk melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Jember. Di SMA tersebut, ia lulus pada 1992. 

Lulus dari pendidikan menengah atas, Anas lalu kuliah di IKIP Jakarta (Falkutas Tekhnologi Pendidikan) dan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Dia merampungkan pendidikan strata dua di Universitas Indonesia pada 2005. 

Meski berusia relatif muda, Anas sudah kenyang pengalaman di dunia politik. Di usia 24 tahun, dia sudah menjadi anggota MPR pada periode 1997-1999. Saat itu, pria berkacamata ini tercatat sebagai anggota MPR termuda. Anas lalu menjadi anggota DPR untuk periode tahun 2004 hingga 2009. 
Di parlemen, Anas dikenal sebagai tokoh muda yang vokal. Pemikiran kritis-konstruktif selalu dia tawarkan untuk mencari solusi atas problem pada pogram-program yang sedang dijalankan pemerintah. Untuk memberi pelaporan kepada rakyat, Anas membuat buku laporan atas kinerjanya sebagai anggota DPR. 

Berpasangan dengan Yusuf Widyatmoko, Anas menjadi Bupati Banyuwangi. Dia dilantik pada 21 Oktober 2010. Anas pernah mengikuti program singkat ilmu kepemerintahan di John F. Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika Serikat. 

Mengabdi di Banyuwangi, Anas pun menelurkan sejumlah kebijakan terobosan, mulai dari one stop service, ekowisata, pemihakan ke pasar tradisional, akselerasi pengembangan sektor pertanian, pendidikan untuk semua anak, hingga gerakan kultural "I Love Banyuwangi". 


Di luar jabatannya sebagai Bupati Banyuwangi, Anas dipercaya memimpin Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur.